Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2009

Sachio Anakku Lahir ke Dunia

Chio Lahir Normal

Hari Sabtu itu tanggal 11 Juli 2009, aku di tugaskan oleh kantorku untuk pergi ke Solo. Pagi jam 05.00 aku sudah mandi dan jam 05.30 aku sudah siap berangkat.
Sebelum aku mandi, istriku sudah merasa sakit di perutnya karena kontraksi.
Pagi itu aku memaksakan diri untuk pamit kepada istriku untuk berangkat ke SOlo karena tugas kantor.
Pukul 05.30 aku sudah buka pagar rumah dan sudah mengeluarkan kendaraan, tetapi perasaanku tidak enak, dan akhirnya aku memasukkan kendaraanku kembali dan menutup kembali pagar untuk menengok istriku.
Kulihat istriku mulai merasa sakit dan menangis, akhirnya aku minta tolong mas dan mbakku untuk mengantar ke Rumah Sakit Bersalin yang sudah kami kenal.

Kami berangkat pukul 06.00 dan begitu tiba di rumah sakit istriku langsung diperiksa Bidan yang berjaga, ternyata sudah bukaan 1 ke 2.
Alhamdulillah sepertinya istriku akan melahirkan pada hari itu.
Karena masih bukaan 1 maka istriku disuruh kembali ke kamar dulu untuk menunggu reaksi-reaksi berikutnya.
Dan pada pukul 10.00 perut istriku mulai kontraksi lagi, aku langsung melapor kepada Bidan yang berjaga. Pada Bidan yang berjaga istriku dibawa ke kamar bersalin. ternyata sudah bukaan 5.
Bidan menyampaikan kepada kami apakah kami akan kembali ke kamar dulu atau tetap nunggu persalinan di Kamar Bersalin saja, dan kami memilih untuk tinggal di Kamar Bersalin saja dengan pertimbangan agar jika terjadi kontraksi lagi dapat segera ditangani.

Setiap 10 menit - 20 menit perut istriku selalu mengalami kontraksi, pada pukkul 11.30 istriku mengalami kontraksi yang hebat lagi, kemudian Bidan memeriksa dan ternyata sudah bukaan 7.

Kira-kira pukul 12.10 istriku mulai merasa sakit yang hebat dan Bidan yang merawat menyampaikan kepada kami bahwa proses kelahiran aanak akan segera mulai.
Dan tepat pukul 13.08 anakku lahir dengan normal, sehat dan lancar.
Kelaminnya Laki-laki, beratnya 3000 gr, panjangnya 47 cm.
Anakku kuberi nama Orlen Sachio Gilland Ghazali Sukarno.

Terimakasih kepada Bidan yang membantu kami, dan kepada dokter yang memberi perhatian, semoga kami tidak melupakan engkau.

Rabu, 01 Juli 2009

Sukses dan Profesional Sebagai Pendidik

Guru dan Anak Didik

Berhentilah berupaya menyembpurnakan anak didik kita, tetapi berusahalah menyempurnakan hubungan kita dengan anak didik kita (Dr. Henker).

Kita punya harapan apa pada anak didik kita?
  • Memiliki motivasi untuk menyayangi dan menghormati kita?
  • Menyayangi dan menghormati orang lain?
  • Berlaku sopan dan hidup mandiri?

Namun apa yang terjadi? Mendidik anak berperilaku baik tidaklah mudah, kebanyakan pendidik sulit melakukannya.

Mengapa? dan apa sebabnya?. Yang pasti bukan karena anak didik kita tidak mampu diajarkan tentang yang baik, bukan karena kita kurang kasih sayang, tetapi lebih karena kita tidak konsisten dalam mendidik anak-anak.

Kita memberi peringatan tetapi kita tidak melakukan tindak lanjut. Yang dikatakan tidak serius dengan yang dilakukan. Kita kurang sabar, kita menanggapi yang negatif bukan yang positif, dan pada akhirnya kita rupanya menjadi bagian dari masalah anak-anak kita.

Tindakan kita kepada anak didik kita sering dipengaruhi oleh emosi, intuisi, persepsi dan kesalahan. energi kita terkuras habis karena kehabisan tenaga. Kita rasanya kewalahan mendidik anak kita, kita tak berdaya.

Apa yang kita butuhkan? kasih sayang tak cukup walaupun itu penting.

Yang kita butuhkan adalah : Pengetahuan dan pelatihan yang terlatih, karena pelatihan memberikan struktur yang tepat, pelatihan memberikan arahan yang benar dan tepat.

Dunia semakin komplek dan masalah semakin komplek, menjadi pendidik tidak lagi SEDERHANA.

Pendidik dan anak didik adalah pasangan yang tertib, disiplin merupakan proses pengajaran. Pendidik menjadi contoh tanggung jawab.

Pendidik yang sukses menjadi contoh tanggung jawab dan memusatkan perhatian dan energi mereka pada segi-segi positif perilaku mereka. Pendidik yang sukses menekankan kerjasama dana mengajar anak mereka untuk berpikir sendiri dan membina harga diri dari segi-segi positif perilaku mereka.

Pendidik yang sukses adalah pendidik yang konsisten, yang mengatakan apa yang mereka maksudkan dan memaksudkan apa yang mereka katakan. Pendidik yang sukses menggunakan hukuman yang mendidik, bukan hukuman untuk menumpahkan kesal. Pendidik yang suskes adalah yang mengantisipasi masalah dan punya strategi proaktif untuk mengolah amarah kita sendiri dan anak didik.

Pendidik yang sukses adalah pendidik yang mempunyai rencana-rencana terbaik bagi anak didiknya, tetap positif dan menghargai anak didik kita serta terbuka terhadap perubahan.

Yakinkan dan yakinlah bahwa anak kita adalah MANUSIA HARI ESOK.

You can be a hero...

Minggu, 28 Juni 2009

Fase Pertumbuhan dan Kemampuan Anak

Fase Pertumbuhan dan Kemampuan Anak

0-12 Bulan

Motorik Kasar
Kompetensi Dasar Motorik kasar : Anak mampu melewati fase-fase pertumbuhan sesuai dengan tahapannya

Hasil Belajar
Perkembangan Motorik kasar :
a) Hilangnya refleks-refleks moro babinski
b) Tengkurap dan kembali terlentang
c) Mengangkat badan pada saat tengkurap
d) Merangkak
e) Duduk
f) Berdiri
g) Merambat
h) Mulai berjalan
i) Duduk tanpa dibantu
j) Bangkit dan berdiri tanpa bantuan
k) Berjalan dengan dibantu/dibimbing
l) Meniru menggelindingkan bola
m) Meniru gerakan atau perbuatan

Motorik Halus
Kompetensi Dasar Motorik Halus : Anak mampu menggerakkan anggota badan, jari tangan secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan otot.

Hasil belajar
Perkembangan Motorik Halus :
a) Memegang benda dengan seluruh jari-jarinya
b) Meraih benda
c) Mengambil benda dan menjatuhkannya

Fase Pertumbuhan dan Kemampuan Anak
d) Memegang benda dengan telunjuk dan ibu jarinya
e) Membuka telapak tangan
f) Memindahkan benda antara kedua tangan
g) Menjangkau, mencengkeram, memasukkan benda ke mulut
h) Mengikuti benda bergerak dengan mata Bahasa

Kompetensi Dasar
Anak mampu mendengarkan dan berkreasi terhadap suara

Perkembangan Bahasa
a) Memberi Reaksi terhadap perkataan-perkataan orang dewasa
b) Mengoceh (da da da-menggumam)
c) Mengerti kata-kata seperti: ibu, bapak,atau nama anggota keluarga lain
d) Mengerti perintah-perintah sederhana seperti: tidak boleh
e) Mulai bicara beberapa patah kata
f) Memberi reaksi kalau namanya dipanggil
g) Tersenyum sosial
h) Menoleh kapada suara bel, kerincingan, tepuk tangan, dll
i) Mengerti perintah ditambah mimik sosial

Kompetensi Dasar
Anak mengenal anggota keluarga dan orang-orang terdekat

Perkembangan sosial :
a) Mengenal anggota keluarga, mengenal orang yang berbeda-beda
b) Tersenyum spontanpada orang yang sudah sangat dikenal
c) Reaksi pada orang yang masih/belum dikenal dengan menangis / menatap terus-menerus
d) Bereaksi dan meniru ekspresi/penampilan muka orang lain
e) Bermain dengan saudara-saudaranya atau orang lain yang sudah dikenal

13-24 Bulan

Motorik Kasar
Kompetensi dasar
Anak mampu melakukan aktifitas fisik sederhana

Perkembangan motorik kasar :
a) Duduk sendiri tanpa dibantu
b) Duduk sendiri dikursi kecil
c) Jongkok pada waktu bermain
d) Berjalan sendiri dengan keseimbangan yang baik
e) Berjalan mundur atau kesamping dua-tiga langkah
f) Berkari tapi sering jatuh
g) Berlari kedepan tapi belum dapat membelok
h) Berjalan dengan menggunakan ujung jari (berjingkrk)
i) Menendang bola tapi masih jatuh

Fase Pertumbuhan dan Kemempuan Anak
j) Menaiki tangga dengan berpegangan pada tepi tangga/dengan pertolongan
k) Menarik dan mendorong alat permaianan
l) Bergoyang-goyang mengikuti irama musik, menyusun 2-3 kubus

Motorik Halus
Kompetensi Dasar
Anak dapat menggerakkan lengannya dalam rangka kelenturan dan koordinasi

Perkembangan motorik halus :
a) Melempar-lempar benda dengan kedua tangan tanpa kehilangan keseimbangan
b) Memegang benda-benda yang tidak terlalu besar dengan satu tangan
c) Mengambil alat permainan dari lantai tanpa jatuh
d) Memasukkan benda kedalam botol
e) Membuka-buka lembaran
f) Mencoret-coret
g) Menarik, memutar, dan mendorong benda-benda
h) Menggambar dgn gerakan tangan menyeluruh, menggeser tangan, membuat garis besar
i) Menyusun kereta api dengan empat kubus
j) Melepas biji spontan
k) Mampu menyamakan atau memasangkan benda yang serupa

Bahasa
Kompetensi Dasar
Anak memiliki perbendaharaan kata-kata sederhana dan mengerti kalimat sederhana

Perkembangan bahasa :
a) Mengucapkan kata yang mempunyai arti
b) Meniru kata-kata yang di ucapkan orang dewasa
c) Menyebut dirinya sendiri dengan namanya
d) Perbendaharaan kata lebih banyak
12-15 bulan : 4-6 kata
16-24 bulan : 7-20 kata
e) Dapat bereaksi dengan tepat kalau ditanya ”dimana?’
f) Mengerti kalimat sederhana
g) Menunjukkan 5 bagian badan yang disebutkan
h) Melihat buku gambar dengan orang dewasa

Sosial
Kompetensi Dasar
Anak mampu melihat/meniru aktifitas orang lain

Perkembangan sosial :
a) Bermain berdekatan dengan anak lain tapi masih sendiri
b) Meniru tingkah laku orang dewasa dalam permainan
c) Dapat membuka baju, celana, kaos kaki dan sepatu
d) Dapat mengatakan kalau ingin ke toilet
e) Bereaksi terhadap perkataan dan perintah
f) Mengetahui kamu dan saya
g) Belajar melalui eksplorasi

25-36 Bulan

Motorik Kasar
Kompetensi dasar
Anak mampu melakukan aktifitas fisik terkoordinasi dalam rangka kelenturan, keseimbangan,
dan kelincahan.

Perkembangan Motorik kasar :
a) Berlari tanpa jatuh,melompat dan dapat menjaga keseimbangan bila berdiri pada satu kaki
b) Berjalan mundur lebih dari tiga langkah
c)Turun tangga setiap satu langkah dengan berpegangan pada tepi tangga
d) Menari mengukuti irama musik
e) Meloncat dengan dua kaki jatuh bersamaan
f) Berdiri pada satu kaki
g) Berjingkat diatas jari-jari kaki
h) Menendang bola

Motorik halus
Kompetensi dasar
Anak dapat menggerakkan badan dan dua kaki dalam rangka keseimbangan dan koordinasi

Perkembangan Motorik halus :
a) Mengatur merangkai benda-benda
b) Mencoret-coret dengan alat tulis
c) Membalik halaman buku satu persatu
d) Memegang alat tulis (gambar)
e) Menggunakan satu tangan secara tetap dalam hamper semua kegiatan (kiri dan kanan)
f) Meniru garis lingkaran, lurus, dan berdiri tegak lurus
g) Meremas-remas lilin/tanah liat
h) Melukis bentuk-bentuk

Bahasa
Kompetensi Dasar
Anak mampu mendengarkan dan mampu memahami kata dan kalimat sederhana

Perkembangan Bahasa & Kognitif :
a) Bereaksi terhadap perintah sederhana
b) Melihat-lihat buku & gambar
c) Memasangkan berbagai benda yang dikenal dan berarti baginya
d) Menyusun menara gelang
e) Mengenal diri dari cermin
f) Mengenal nama sendiri
g) Menyebut nama sendiri
h) Meniru perbuatan prang dewasa
i) Dapat mengatakan dengan singkat yang sedang dikerjakannya
j) Konsentrasi/memusatkan perhatian

Fase Pertumbuhan dan Kemampuan Anak
k) Belajar dilakukan dengan eksplorasi
l) Mulai mengerti penggunaan benda-benda
m) Mengerti instruksi yang kompleks
n) Dapat menggunakan kata saya,kamu
o) Bernyanyi dengan ritme dan kata-kata sederhana

Sosial
Kompetensi dasar
Anak mulai mempelajari dan mengamati lingkungan dengan lingkup kecil (TPA dan Rumah)
Perkembangan Sosial :
a) Bermain kegiatan orang dewasa, bermain masak-masakan, boneka, mobil-mobilan.
b) Mengetahui tentang bagian-bagian tubuhnya (hidung, mata, telinga, dll)
c) Sudah mengenal toilet training
d) Bermain berdekatan dengan anak lain dan sudah menunjukkan reaksi
e) Sering berkata tidak (negatiuistik)
f) Sering bertemperamen tinggi
g) Meniru orang dewasa

Kamis, 18 Juni 2009

Metode Pengembangan Membaca Untuk Anak TK

METODE PENGEMBANGAN MEMBACA UNTUK ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK


1. Pendekatan pengalaman bahasa

Dalam pendekatan ini guru menggunakan kata-kata anak sendiri untuk membantunya belajar membaca.

Kata-kata itu dapat berupa penjelasan suatu gambar atau suatu cerita pendek yang dimasukkan ke dalam suatu buku.

Mula-mula anak itu mengatakan kepada guru apa yang harus ditulis. Setelah beberapa waktu anak-anak dapat menyalin tulisan guru dan akhirnya dapat menulis kata-kata mereka sendiri. Banyak guru menggunakan metode ini sebagai suatu pendekatan pertama untuk membaca. Membaca kata-kata mereka sendiri membantu anak-anak memahami bahwa kata yang tertulis adalah untuk komunikasi makna. Jadi, kekuatan dari pendekatan pengalaman bahasa yang utama adalah dapat membuat anak menggunakan pengalaman mereka sendiri sebagai bahan utama pelajaran membaca. Keunggulan lain dalam pendekatan ini anak menggunakan pola bahasa mereka sendiri, mereka dapat membaca lebih efektif daripada membaca pola bahasa yang ada dalam buku (Miller, 1977 : 44).


2. Fonik

Metode ini mengandalkan pada pelajaran alfabet yang diberikan terlebih dahulu kepada anak-anak, mempelajari nama-nama huruf dan bunyinya. Setelah mempelajari bunyi huruf mereka mulai merangkum beberapa huruf tertentu untuk membentuk kata-kata.

Contoh : b-a-k r-a- k p-a- k t-a- k

Untuk memberikan latihan membaca kepada aanak-anak dalam keterampilan ini, buku-buku cerita haruslah dipilih secara terencana, sehingga semua kata bersifat regular, dapat dibunyikan. Luar biasa sukarnya untuk menulis buku dengan kata-kata yang secara fonik bersifat reguler, yang menarik untuk dibaca anak-anak.

Mempelajari bunyi yang terpencil sangat abstrak bagi anak kecil. Ini tidak berarti apa-apa biasanya mereka menganggapnya sebagai membosankan. Mereka juga harus benar-benar memusatkan pikiran akan pembunyian kata-kata sehingga mereka tidak mampu mengucapkan kata dengan benar tanpa mempunyai gambaran akan artinya. Anak-anak yang diajar dengan metode ini akan belajar dan mengucapkan kata-kata tak bermakna dengan sangat benar, sedangkan jika kata-kata itu dalam kalimat mereka segera tahu bahwa kata-kata itu tidak berarti.

Karena alasan-alasan inilah metode fonik biasanya tidak diajarkan sampai anak-anak dapat memahami dengan baik dasar-dasar membaca. Tetapi anak-anak yang besar yang merasakan kesukaran membaca, sering merasa pendekatan fonik ini baik bagi mereka.

Tidak ada bukti pasti bahwa salah satu metode itu lebih unggul daripada yang lain. Kebanyakan guru cenderung menggabung sejumlah metode yang berlainan. Anak-anak yang berlainan memperoleh manfaat dari metode yang berlainan pada tahap yang berlainan.


3. Lihat dan Katakan

Dalam metode ini anak-anak belajar mengenali kata-kata atau kalimat-kalimat keseluruhan, bukanya bunyi-bunyi individu. Mereka memandangi kata-kata, mereka mendengar kata itu diucapkan dan kemudian mereka mengulangi ucpan itu.

Dua puluh tahun yang lalu orang lazim menggunakan kartu dengan dilihatkan sekilas dalam mengajar dengan metode ini. Kartu-kartu itu dipegang untuk dikenali anak-anak, tapi karena tidak ada petunjuk untuk membantu mereka, si anak menebak-nebak.Sekarang umumnya diakui bahwa lebih baik menunjukkan seluruh kalimat lebih dahulu, dan lebih baik diiringi gambar, kemudian seperangkat kartu kata-kata yang sepadan ditaruh di bawah kalimat, dan akhirnya hanya kartu-kartu itu untuk membuat sebuah kalimat.

Dengan cara lain anak-anak dapat memperoleh makna dari dalam kata-kata tercetak dari tahap paling awal belajar membaca.


4. Metode pendukung konteks

Bila anak-anak sedang belajar membaca, sangatlah penting bahwa mereka menggunakan buku yang benar-benar menarik bagi mereka. Meskipun demikian mereka tidak dapat menangani terlalu banyak kata baru, dan sukarlah untuk menulis cerita yang menarik dengan kata-kata yang terbatas banyaknya. Untuk mengatasi masalah ini diterbitkan beberapa buku yang memberikan dua versi dari suatu cerita. Bersi panjang seringkali dicantumkan pada satu halaman dan pada halaman sebelahnya ada versi yang lebih pendek.

Kadang-kadang versi panjang ditaruh pada bagian bawah halaman dan versi pendek dalam gelembung-gelembung bicara. Anak itu mendengar versi panjang sebelum membaca sendiri versi pendeknya. Perbendaharaan kata-kata yang lebih terbatas dari versi pendek dihidupkan karena anak itu dapat mengaitkan dengan apa yang telah ia dengar. Ini merupakan cara yang relatif baru dalam mengajar membaca dini. Cara ini memang membantu untuk membuat kata yang tercetak lebih menarik dan bermakna bagi seorang anak.

Rabu, 17 Juni 2009

Orang Tua Harus Paham GOLDEN AGE

Usia Taman Kanak-Kanak adalah usia emas atau para ahli sering menyebutnya GOLDEN AGE.
Pada usia ini penanaman segala aspek dasar anak ditanamkan sejak dini.
Orang Tua sebagai orang yang paling dekat dengan anak perlu memahami apa yang di maksud dengan gelden age agar mereka tidak semena-mena terhadap anak.

Sebagai wujud ketidakpahaman mereka terhadap usia emas anak adalah masih banyaknya kekerasan yang terjadi kepada anak, membelenggu kebebasan anak dan mengeksploitasi kehidupan anak.

Perlunya panyampaian pentingnya usia emas anak kepada orangtua sejak dini agar mereka benar-benar paham dan mengerti dengan apa yang "harus" mereka perbuat kepada anak.